Pembentukan FKMP, 11 Juni 2012
komunitas masamo pekalongan (KMP) foeum komunikasi mina pantura (FKMP) e-mail : fkmp_pkl@yahoo.com
Rabu, 12 September 2012
KMP menghadiri acara Family Gathering tingkat Nasional Pembudidaya Lele di Hotel Sunan Solo
KMP menghadiri acara Family Gathering tingkat Nasional Pembudidaya Lele
di Hotel Sunan Solo, 3 April 2012
Tim Litbang KMP memberikan Kuliah Umum di Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Jawa Tengah.
Tim Litbang KMP memberikan Kuliah Umum di Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto Jawa Tengah.
susunan pengurus 2012-2014
SUSUNAN PENGURUS
PERIODE
2012-2014
Ketua : TEGUH URIPNO
Sekretaris I :
EKO SUWIRNO
Sekretaris II : EKA PRASETYA PURNAMA
Bendahara I :
WAHYUDI AMIK
Bendahara II : TAVIP SETIYADI
Humas : DURYAT
Litbang : MUHAMMAD AMIR SOBIRIN
Unit Pembenihan dan Broodstock : 1. SUDAR
2.
JUNAEDI
Unit Pengolahan : 1. HERU SUBEKTI
2.
NOPI S.
Unit Pemasaran/ Pemanenan : 1. WAHONO
2.
SUGENG
Koordinator Wilayah (Korwil)
Kabupaten dan Kodya Tegal : NOFI SUGIYANTO, BIRAWA
Kabupaten Pemalang Timur : KENDRO, CHAERU SANI
Kabupaten Pemalang Barat : CHAERU SANI
Kabupaten dan Kodya Pekalongan : SUPRI, LUIS
Kabupaten dan Kodya Pekalongan : SUPRI, LUIS
Kabupaten Batang : SUKRON
anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
-->
ANGGARAN DASAR/
ANGGARAN RUMAH TANGGA
PASAL
1
Latar
Belakang
Telah diakui keberadaannya bahwa
sektor usaha kecil dan menengah menjadi tulang punggung perekonomian nasional.
Terkait dalam usaha pemberdayaan berbagai sumber daya nasional, sudah waktunya
kita berfikir cermat dan cerdas dalam mengelola berbagai macam potensi usaha
untuk kepentingan hajat hidup orang banyak.
PASAL
2
Maksud
dan Tujuan
- Meningkatkan
kesejahteraan anggota melalui peningkatan pendapatan dari budidaya lele;
- Memupuk
rasa persaudaraan;
- Menumbuhkan
jiwa kewirausahaan.
PASAL
3
Landasan
Pancasila dan UUD 1945
PASAL
4
Bentuk
dan Sifat Organisasi
Bahwa “FORUM
KOMUNIKASI MINA PANTURA”
bersifat terbuka dan independent
-
Terbuka,
setiap pembudidaya ikan air tawar bisa menjadi anggota;
-
Independen,
tidak terkait dengan organisasi lain/ partai politik.
PASAL
5
Kepengurusan
- Pengurus
berasal dari anggota yang dipilih melalui Rapat Anggota;
- Pengurus
terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Bendahara;
- Periode
kepengurusan selama 2 (dua) tahun;
- Pengurus yang tidak aktif dapat diganti melalui
Rapat Umum Anggota;
- Pengurus
bersifat terbuka.
PASAL
6
Keanggotaan
- Anggota
berasal dari masyarakat umum yang menekuni bidang budidaya lele Masamo
- Anggota
GUGUR apabila mengundurkan diri/ meninggal dunia.
PASAL
7
Musyawaran
dan Rapat
Pertemuan Rutin anggota setiap 1
(satu) bulan sekali ( malam sabtu minggu pertama)
PASAL
8
Lain-lain
VISI
:
Menciptakan Pembudidaya Berbasis
Teknologi
MISI
:
- Menjadikan
Kawasan Pantura sebagai Kawasan Budidaya Ikan Lele
- Menghasilkan
produk Non Residu
- Membentuk
pembudidaya yang berdaya saing
Profil KMP-FKMP
-->
PROFIL
KMP-FKMP
(KOMUNITAS MASAMO PEKALONGAN – FORUM KOMUNIKASI MINA
PANTURA)
Pada tanggal 15
Juni 2006 sejumlah petani lele di desa Gebangkerep Kec. Sragi Kab. Pekalongan
membentuk suatu paguyuban pembididaya ikan lele dengan nama BUMINDU (Bangun
Mina Terpadu) dengan kondisi alam yang tadah hujan/ minim air pembudidaya
menggunakan media/ sarana terpal, awal pendirian BUMINDU memiliki anggota awal
12 orang/ pembudidaya, dalam kurun waktu 1 tahun jumlah menjadi 80 anggota.
Merupakan lintas wilayah antara Kecamatan Sragi, Kec. Wiradesa, Kec, Bojong dan
Kec. Comal, karena perkembangan yang sangat pesat dan dipandang berpengaruh
bagus dalam peningkatan taraf hidup masayarakat setempat, maka bulan Mei 2008
Bumindu mengadakan acara panen raya yang dihadiri oleh Ibu Hj. Siti Qomariyah
selaku Bupati Kabupaten Pekalongan.
Pada tanggal 11
Juni 2010 Bumindu bermetamorfosis menjadi KMP (Komunitas Masamo Pekalongan)
karena nama KMP muncul karena bermitra dengan pihak swasta yang menjadikan KMP
sebagai pilot project dari strain Lele terbaru (Clarias Garipienus impor dari
Afrika) karena menggunakan strain Masamo ini bagus (tercapai FCR 0,8 dan
produksi induk, bobot 0,8 sampai 1 Kg menghasilkan lebih dari 100.000 benih,
dengan masa budidaya yang lebih pendek.
Prestasi ini menarik
minat masyarakat sekitar untuk budidaya lele sehingga anggota membengkak/
bertambah banyak mencakup se Eks Karesidenan Pekalongan (Kab. Batang, Kab.
Pekalongan, Kota Pekalongan, Kab. Pemalang, Kab. Tegal, Kota Tegal).
KMP mulai
menjalin kerjasama dengan beberapa pihak swasta lain dan Dinas-dinas Kelautan
dan Perikanan se esk karesidenan pekalongan kerjasama dalam bidang pengembangan
teknologi yang disebut EBS (Enviro Balance System) dan Urban Farming dari
Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam bidang pengembangan budidaya lahan
terbatas perkotaan, KMP juga bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi
(Unsoed Purwokerto, UPS Tegal, Unikal Pekalongan).
Dalam
perjalanannya KMP memposisikan diri sebagai lembaga yang independen, maka pada
tanggal 11 Juni 2011 KMP merubah diri menjadi FKMP (Forum Komunikasi Mina
Pantura) dengan tujuan tidak membawa nama produk tertentu. Sampai dengan
sekarang.
Pada
tanggal 26 Mei 2012 FKMP mengadakan kegiatan Temu Petani se Eks Karesidenan
pekalongan yang dihadiri 500 peserta/ pembudidaya dan 7 Dinas Kelautan dan
Perikanan dari 7 Kabupaten/ Kota(Kab. Batang, Kab. Pekalongan, Kota Pekalongan,
Kab. Pemalang, Kab. Tegal, Kota Tegal, Kab. Purbalingga), 3 Perguruan Tinggi
dan beberapa Asosiasi Pembudidaya Lele Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Acara
tersebut bertemakan Pembudidaya Lele Berbasis Teknologi dengan pembicara/
Narasumber Ir. Suprapto dari SCI (Shrimp Club Indonesia). Acara tersebut
sebagai tonggak dicanangkannya kawasan lele terpadu di wilayah pantura.
Langganan:
Postingan (Atom)

















