PROFIL
KMP-FKMP
(KOMUNITAS MASAMO PEKALONGAN – FORUM KOMUNIKASI MINA
PANTURA)
Pada tanggal 15
Juni 2006 sejumlah petani lele di desa Gebangkerep Kec. Sragi Kab. Pekalongan
membentuk suatu paguyuban pembididaya ikan lele dengan nama BUMINDU (Bangun
Mina Terpadu) dengan kondisi alam yang tadah hujan/ minim air pembudidaya
menggunakan media/ sarana terpal, awal pendirian BUMINDU memiliki anggota awal
12 orang/ pembudidaya, dalam kurun waktu 1 tahun jumlah menjadi 80 anggota.
Merupakan lintas wilayah antara Kecamatan Sragi, Kec. Wiradesa, Kec, Bojong dan
Kec. Comal, karena perkembangan yang sangat pesat dan dipandang berpengaruh
bagus dalam peningkatan taraf hidup masayarakat setempat, maka bulan Mei 2008
Bumindu mengadakan acara panen raya yang dihadiri oleh Ibu Hj. Siti Qomariyah
selaku Bupati Kabupaten Pekalongan.
Pada tanggal 11
Juni 2010 Bumindu bermetamorfosis menjadi KMP (Komunitas Masamo Pekalongan)
karena nama KMP muncul karena bermitra dengan pihak swasta yang menjadikan KMP
sebagai pilot project dari strain Lele terbaru (Clarias Garipienus impor dari
Afrika) karena menggunakan strain Masamo ini bagus (tercapai FCR 0,8 dan
produksi induk, bobot 0,8 sampai 1 Kg menghasilkan lebih dari 100.000 benih,
dengan masa budidaya yang lebih pendek.
Prestasi ini menarik
minat masyarakat sekitar untuk budidaya lele sehingga anggota membengkak/
bertambah banyak mencakup se Eks Karesidenan Pekalongan (Kab. Batang, Kab.
Pekalongan, Kota Pekalongan, Kab. Pemalang, Kab. Tegal, Kota Tegal).
KMP mulai
menjalin kerjasama dengan beberapa pihak swasta lain dan Dinas-dinas Kelautan
dan Perikanan se esk karesidenan pekalongan kerjasama dalam bidang pengembangan
teknologi yang disebut EBS (Enviro Balance System) dan Urban Farming dari
Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam bidang pengembangan budidaya lahan
terbatas perkotaan, KMP juga bekerjasama dengan beberapa perguruan tinggi
(Unsoed Purwokerto, UPS Tegal, Unikal Pekalongan).
Dalam
perjalanannya KMP memposisikan diri sebagai lembaga yang independen, maka pada
tanggal 11 Juni 2011 KMP merubah diri menjadi FKMP (Forum Komunikasi Mina
Pantura) dengan tujuan tidak membawa nama produk tertentu. Sampai dengan
sekarang.
Pada
tanggal 26 Mei 2012 FKMP mengadakan kegiatan Temu Petani se Eks Karesidenan
pekalongan yang dihadiri 500 peserta/ pembudidaya dan 7 Dinas Kelautan dan
Perikanan dari 7 Kabupaten/ Kota(Kab. Batang, Kab. Pekalongan, Kota Pekalongan,
Kab. Pemalang, Kab. Tegal, Kota Tegal, Kab. Purbalingga), 3 Perguruan Tinggi
dan beberapa Asosiasi Pembudidaya Lele Tingkat Provinsi Jawa Tengah. Acara
tersebut bertemakan Pembudidaya Lele Berbasis Teknologi dengan pembicara/
Narasumber Ir. Suprapto dari SCI (Shrimp Club Indonesia). Acara tersebut
sebagai tonggak dicanangkannya kawasan lele terpadu di wilayah pantura.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar